Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Bicara tentang pemulihan, pikiran kita biasa tertuju pada aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan lain-lain. Tapi ada satu hal yang lebih utama, yakni aspek rohani atau spiritual, yang bisa dimaknai sebagai pemulihan hubungan kita sebagai manusia dengan Tuhan sebagai penciptanya. Tetapi, apa sih sebenarnya pemulihan itu? Bisa dikatakan pemulihan adalah suatu proses perubahan dari kondisi atau situasi yang buruk atau salah menjadi baik atau benar. Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah, benar menurut siapa? Tentu saja dalam hal ini kita mengacu kebenaran Tuhan.

Terkadang, bahkan seringkali kita tidak menyadari bahwa setiap hari kita melakukan hal-hal yang salah dan tidak berkenan dimata Allah, atau katakanlah melakukan dosa. Kita juga seringkali tidak tahu bahwa dosa harus diakui di hadapan Tuhan dan kita diharuskan meminta ampun kepadaNya. Tapi ternyata, ketika minta ampunan pun kita tidak serius melakukannya.

Pengakuan dosa harus sering  dilakukan ketika kita merasa bahwa apa yang kita lakukan salah, tidak berkenan dan menyakiti hati Tuhan. Setiap dosa harus kita akui secara spesifik, tidak cukup hanya berkata, “Tuhan, ampuni saya yang berdosa ini.” Tetapi akan lebih baik bila dikatakan,”Tuhan, ampuni saya karena saya telah mencuri mangga tetangga tadi pagi….”

Pengakuan dosa menjadi syarat yang penting dalam pemulihan spiritual. Sebab orang yang rindu dipulihkan hidupnya, harus mau membuka diri atau “menelanjangi diri” di hadapan Tuhan. Sebab meski Tuhan mengerti hati manusia dan tahu apa saja yang dilakukannya, tapi Tuhan sangat menghargai kejujuran manusia.

Pengalaman yang saya alami telah mengajarkan dan menguatkan keyakinan tentang pemulihan tersebut. Sebelum mengalami pemulihan, saya merasa jauh dengan Tuhan.  Doa-doa saya tidak semuanya dijawab Tuhan, bahkan mungkin yang dijawab bisa dihitung dengan jari. Tetapi ketika saya mengambil keputusan untuk masuk dalam pemulihan,  hidup saya berubah 180 derajat. Saya menjadi menyenangi hal-hal yang berbau spiritual, dan saya punya kerinduan untuk mengenal lebih dalam lagi siapa Allah. Saya merasa beban hidup menjadi lebih ringan dalam menghadapi suatu masalah karena saya mengimani bahwa Tuhan pasti selalu menyertai. Saya percaya janji-Nya yang akan selalu menopang saya. Doa-doa saya dijawab Tuhan, bahkan hal-hal yang tidak terpikirkan disediakanNya untuk saya. Dan yang luar biasa adalah, saya berubah menjadi orang yang pemaaf. Dulu saya termasuk orang yang sulit memaafkan orang yang menyakiti hati saya, ternyata sekarang saya bisa memafkan siapapun yang pernah menyakiti hati saya. Bahkan saya berdoa untuk orang tersebut agar Tuhan memberkati dia. Saya merasa beban saya terangkat ketika bisa memaafkan orang, dan itu sangat melegakan perasaan.

Mengalami pemulihan khususnya pemulihan hubungan dengan Tuhan adalah hak setiap orang, tidak pandang miskin atau kaya, baik atau buruk, dari suku mana dan latar belakang atau kepercayaan apa. Untuk itu, mengingat hal ini berkaitan dengan kehidupan kekal nanti, sudahkah kita punya kerinduan untuk mengalami pemulihan?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.